Kondisi RIIL Madrasah

Kondisi riil madrasah saat ini apabila dilihat dari 8 Standar Nasional
Pendidikan adalah sebagai berikut:
1. Standar Isi
Secara keseluruhan madrasah saat ini sudah melaksanakan standarisasi pelaksanaan kurikulum terutama untuk kurikulum 2004, sebagian lagi telah melaksanakan KTSP, dan ada juga yang sedang mempersiapkan kurikulum KTSP.
Ketidakmerataan pemahaman pengelola madrasah terhadap tuntutan kurikulum tersebut, menyebabkan ketidaksamaan dalam mengimplementasikan kurikulum tersebut. Hal ini masih banyak dijumpai, beberapa madrasah yang belum memiliki dokumen kurikulum, dokumen pengembangan sillabus, rencana pelaksanaan pembelajaran dan alat-alat evaluasi.
Kondisi ini menyebabkan terganggunya pengelola madrasah terhadap pemahaman kurikulum. Di samping itu bantuan pedoman kurikulum KTSP berupa buku maupun CD kepada madrasah tidak merata. Begitu juga dengan pembinaan dari para pejabat yang berwenang untuk mensosialisasikan kurikulum tersebut belum mampu menjangkau madrasah-madrasah yang berada di tingkatan pedesaan yang letaknya terpencil.
2. Standar Proses
Dalam melaksanakan proses pembelajaran, masih banyak yang belum mampu menyesuaikan dengan tuntutan kurikulum (KTSP) yaitu proses pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan (PAKEM). Kebanyakan para guru masih melaksanakan pembelajaran pola lama one man show, belum menjadikan siswa sebagai subyek dalam pembelajaran.
Begitu pula dalam perencanaan pembelajaran seperti kesiapan silabus, rencana pengajaran harian dan alat evaluasi yang banyak tidak disiapkan dengan baik oleh para guru. Ditambah lagi minimnya sumber belajar dan media pembelajaran serta alat peraga terutama laboratorium. Ini menyebabkan terjadinya pembelajaran yang monoton, membosankan dan melelahkan.
Kondisi ini disebabkan lemahnya pembinaan, pelatihan guru, serta tidak meratanya bantuan sarana pendidikan kepada madrasah atau menggunakan istilah masih minimnya bantuan pemerintah kepada madrasah, sehingga belum mampu menjangkau ke semua madrasah baik negeri maupun swasta.
3. Kompetensi Lulusan
Kompetensi lulusan madrasah apabila dilihat dari segi kuantitatif, sudah dapat bersaing dengan sekolah, kemudian dari sisi kualitatif masih agak tertinggal dilihat dari distribusi ke perguruan tinggi, penguasaan keilmuan dan ketrampilan.
Hal ini disebabkan madrasah belum mampu menerapkan standar kemampuan minimal lulusan, akibat faktor internal dan eksternal, baik dari sisi proses, SDM, pembiayaan, sarana dan prasarana yang ada. Oleh karena itu kualitas pendidikan madrasah masih ketinggalan dengan sekolah.
4. Pendidik dan Tenaga Kependidikan
Dari sisi kuantitas, tenaga pendidik dan kependidikan di madrasah sudah mendekati standar, terutama di madrasah-madrasah negeri. Ini terlihat dengan adanya kepala madrasah, tenaga guru dan tenaga lain yang tersedia. Namun masih ada kekurangan pada tenaga kependidikan, terutama TU, laboran dan pustakawan.
Kemudian dilihat dari sisi kualitatif kondisi tenaga pendidik dan kependidikan untuk madrasah-madrasah negeri sudah mendekati standar, tetapi di madrasah-madrasah swasta masih cukup memprihatinkan terutama sekali banyaknya miss match guru dalam mengajar. Walaupun demikian madrasah-madrasah sudah berusaha semaksimal mungkin mengatasi hal tersebut.
5. Sarana Prasarana
Dari sisi kuantitas, madrasah-madrasah sudah mampu mencukupi jumlah kelas sesuai dengan jumlah siswa dan ruangan yang lain. Dari sisi kualitas, untuk madrasah negeri dan sebagian madrasah swasta sudah banyak yang mampu memenuhi persyaratan tersebut. Sebagian lagi masih ada yang seadanya baik pergedungan dan ruangan kelasnya, apalagi pada sarana pembelajaran yang lain, seperti laboratorium, perpustakaan, ruang ketrampilan, ruang ibadah, halaman bermain dan media serta alat peraga pendidikan.
Hal ini dapat dimaklumi, terutama di madrasah-madrasah swasta terutama pengadaan pendidikan dan sarana pendidikan adalah hasil swadaya masyarakat sedang bantuan dari pemerintah sangat kecil. Berbeda dengan madrasah negeri walaupun masih ada yang belum memenuhi standar, tetapi masih ada bantuan dari pemerintah.
6. Standar Pengelolaan Madrasah
Dalam melaksanakan pengelolaan madrasah sebagian besar belum mampu menerapkan MPMBM (Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Madrasah). Walau demikian penerapan MPMBM dengan segala keterbatasannya telah dilaksanakan oleh madrasah-madrasah swasta, baik dalam manajemen pengelolaan, sarana prasarana, ketenagaan dan keuangan.
Lemahnya pembinaan dari instansi terkait dari yayasan pengelola madrasah baik negeri maupun swasta, menjadi sebab lemahnya sistem manajerial madrasah, sehingga dalam perjalanannya masih sangat diperlukan pembinaan di dalam menyusun perencanaan program madrasah, mulai dari visi, misi, tujuan dan target.
Begitu pula monitoring dan supervisi sangat kurang dilaksanakan sehingga terjadi kesulitan dalam menentukan kinerja madrasah.
7. Pembiayaan
Pembiayaan di madrasah terdiri dari tiga komponen, yaitu biaya investasi, operasional dan personal. Di madrasah negeri untuk semua tingkatan, biaya investasi sebagian besar ditanggung pemerintah (Departemen Agama) yang digunakan untuk pengadaan tanah, pembangunan gedung dan pengadaan sarana prasarana. Tetapi di madrasah swasta, semua biaya investasi menjadi tanggungan madrasah atau yayasan pengelola.
Perbedaan kondisi daerah menjadi sebab heterogenitas masalah pembiayaan, sehingga terjadi perbedaan antara yang satu dengan yang lain dalam pembiayaan investasi.
Pembiayaan operasional pada dua tahun terakhir ini tertolong dengan adanya BOS dan BKM. Walaupun belum mencukupi, pada daerah-daerah pedesaan sangat menolong dalam membantu operasional madrasah.
Kemudian untuk pembiayaan personal sangat ditentukan oleh kondisi daerah. Madrasah negeri maupun swasta yang belum mendapat bantuan operasional sangat ditentukan oleh kondisi wali murid, apalagi wali murid madrasah hampir 90% berasal dari golongan ekonomi menengah ke bawah.
Faktor ini justru sangat mempengaruhi pembiayaan personal di madrasah, sehingga upaya peningkatan mutu dalam penyelenggaraan madrasah menjadi terhambat karena minimnya biaya personal dari siswa setiap bulannya.
8. Standar Penilaian Pendidikan
Standar penilaian pendidikan mencakup: a) Penilaian hasil belajar oleh pendidik, b) Penilaian hasil belajar oleh madrasah, dan c) Penilaian hasil belajar oleh pemerintah, semua madrasah baik negeri maupun swasta sudah melakukan, karena masuk dalam sistem pengelolaan pendidikan, hanya saja secara kualitas masih belum sama antara madrasah yang satu dengan yang lain. Hal ini tidak hanya dialami oleh madarasah swasta, tetapi juga oleh madrasah negeri.
Pemahaman madrasah dan para guru terhadap standar penilaian, seperti penetapan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) pada masing-masing mata pelajaran masih terjadi perbedaan persepsi sebagai akibat adanya perbedaan penafsiran pada panduan KKM. Belum lagi pemahaman guru terhadap alat evaluasi seperti penyusunan kisi-kisi, kartu soal dan bentuk soal, yang kebanyakan mereka masih berpola pada kurikulum lama. Hal ini disebabkan pula karena kurangnya sosialisasi dan bimbingan teknis untuk para guru, serta peran MGMP dan KKG yang belum maksimal.
B. Madrasah yang Diharapkan
Madrasah yang diharapkan adalah madrasah yang dapat memenuhi standar nasional pendidikan antara lain:
1. Memenuhi standar isi
Madrasah ideal yang diharapkan di masa depan adalah madrasah yang memenuhi standar isi mencakup lingkup materi dan tingkat kompetensi meliputi kerangka dasar dan struktur kurikulum, beban belajar dan kalender pendidikan.
Madrasah masa depan hendaknya selalu menjadikan kerangka dasar serta struktur kurikulum sebagai pedoman dalam penyusunan silabusnya. Pada dasarnya madrasah sebagai lembaga pendidikan jenjang pendidikan dasar dan menengah harus memenuhi standar isi kurikulum dan kelompok materi pelajaran agama dan akhlak mulia, kewarganegaraan dan kepribadian, ilmu pengetahuan dan teknologi, estetika, pelajaran jasmani, olahraga dan kesehatan.
Setiap kelompok mata pelajaran pada madrasah hendaknya dilaksanakan secara holistik, terpadu dan terintegrasi sehingga pembelajaran masing-masing kelompok mata pelajaran mempengaruhi pemahaman atau penghayatan peserta didik, sehingga semua kelompok mata pelajaran tersebut juga sama pentingnya dalam menentukan kelulusan peserta didik.
Madrasah masa depan baik MI, MTs, MA maupun MAK menggunakan jam pembelajaran setiap minggu, setiap semester dengan sistem tatap muka, penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur, sesuai kebutuhan dan ciri khas masing-masing menambahkan beban belajar untuk kelompok mata pelajaran tertentu sesuai dengan kebutuhan dan ciri khas madrasah tersebut. Ketentuan mengenai beban mengajar jam pembelajaran, waktu efektif tatap muka, pada prosentase beban belajar setiap kelompok mata pelajaran ditetapkan dan dilaksanakan secara konsisten.
Kurikulum tingkat dasar dan menengah hendaknya selalu berpedoman dan memenuhi standar mandiri, sesuai dan memenuhi potensi atau karakteristik daerah, sosial budaya masyarakat setempat dan peserta didik. Madrasah dan komite madrasah mengembangkan kurikulum tingkat madrasah dan silabusnya berdasarkan kerangka dasar kurkulum dan standar kompetensi lulusan untuk MI dan MTs, MA dan MAK.
Madrasah masa depan yang diharapkan hendaknya berpedoman dan menggunakan kalender pendidikan dalam penentuan permulaan tahun ajaran, minggu efektif belajar, waktu pembelajaran efektif, hari libur dengan tepat.
2. Menyelenggarakan proses pembelajaran dengan tepat.
Madrasah yang ideal hendaknya mampu memenuhi beberapa hal terkait dengan proses pembelajaran sebagai berikut:
• Menyelenggarakan proses pembelajaran secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, dan memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreatifitas, kemandirian sesuai dengan bakat, minat dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik;
• Dalam proses pembelajaran, madrasah tidak hanya berfungsi mengalihkan pengetahuan (transfer of knowledge), tetapi juga memberikan keteladanan;
• Menyusun perencanaan proses pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran, penilaian hasil pembelajaran, dan pengawasan proses pembelajaran untuk terlaksananya proses pembelajaran yang efektif dan efisien;
• Memilih dan menentukan tujuan pembelajaran, materi ajar, metode pengajaran, sumber belajar, dan penilaian hasil belajar dengan tepat;
• Memiliki rasio yang tepat antara peserta didik dengan pendidik, antara buku teks dengan peserta didik, dan jumlah peserta didik dalam setiap kelasnya;
• Madrasah melakukan pengawasan proses pembelajaran meliputi pemantauan, supervisi, evaluasi, pelaporan sesuai standar dan pengambilan langkah tindak lanjut yang diperlukan.
3. Memenuhi standar kompetensui lulusan
Madrasah masa depan yang diharapkan agar menjadikan standar kompetensi lulusan sebagai kriteria dasar penilaian dalam penentuan kelulusan peserta didik pada setiap mata pelajaran, yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Menjadikan standar kompetensi lulusan untuk meletakkan dasar kecerdasan, pegetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.
4. Memenuhi standar pendidik dan tenga kependidikan
Pendidik dan tenaga kependidikan pada madrasah di masa depan agar memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi sebagai agen pembelajaran, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasioal. Memiliki tingkat pendidikan minimal yang harus dipenuhi oleh seorang pendidik yang dibuktikan dengan ijazah atau sertifikat keahlian yang relevan sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Kompetensi tenaga pendidik dan kependidikan sebagai agen pembelajaran pada jenjang pendidikan dasar dan menengah meliputi kompetensi pedagogik, kepribadian, profesional, dan sosial.
5. Memiliki sarana dan prasarana yang standar
Madrasah masa depan diharapkan memiliki sarana yang meliputi perabot, peralatan pendidikan, media pendidikan, buku dan sumber belajar lainnya, bahan habis pakai, serta perlengkapan lain yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran yang teratur dan berkelanjutan. Memiliki prasarana yang meliputi lahan, ruang kelas, ruang pimpinan madrasah, ruang pendidik, ruang tata usaha, ruang perpustakaan, ruang laboratorium, ruang bengkel kerja, ruang unit produksi, ruang kantin, instalasi daya dan jasa, tempat olah raga, tempat ibadah, tempat bermain, tempat rekreasi, dan tempat lain yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran yang teratur dan berkelanjutan sesuai standar nasional pendidikan.
6. Menerapkan standar pengelolaan dengan MBM
Madrasah ideal yang diharapkan agar menerapkan manajemen berbasis madrasah (MBM) yang ditunjukkan dengan kemandirian, kemitraan, partisipasi, keterbukaan, dan akuntabilitas. Madrasah dipimpin oleh kepala sebagai penanggung jawab pengelolaan pendidikan. Memiliki beberapa wakil pada jenjang MTs dan MA/MAK, pengambilan keputusan pada madrasah di bidang akademik dilakukan oleh rapat dewan pendidik, komite madrasah yang diambil secara musyawarah mufakat untuk meningkatkan mutu pendidikan.
7. Memenuhi standar pembiayaan.
Madrasah di masa depan diharapkan dapat mengelola pembiayaan pendidikan yang terdiri atas biaya investasi, biaya operasional dan biaya personal dengan baik dan benar. Biaya investasi madrasah meliputi biaya penyediaan sarana dan prasarana, pengembangan SDM dan modal kerja tetap. Biaya operasional meliputi biaya pendidikan yang harus dikeluarkan oleh peserta didik untuk bisa mengikuti proses pembelajaran secara teratur dan berkelanjutan.
8. Memenuhi standar penilaian pendidikan.
Madrasah masa depan diharapkan agar mengadakan penilaian pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah oleh pendidik, madrasah dan pemerintah. Penilaian hasil belajar oleh pendidik dilakukan secara berkesinambungan untuk memantau proses kemajuan, dan perbaikan hasil dalam bentuk ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan semester, dan ulangan kenaikan kelas, untuk mengevaluasi dan menilai pencapaian kompetensi peserta didik, bahan penyusunan laporan kemajuan hasil belajar dan meperbaiki proses pembelajaran.
Penilaian hasil belajar oleh madrasah bertujuan mengukur pencapaian standar kompetensi lulusan untuk semua mata pelajaran yang mencakup kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian, kelompok mata pelajaran estetika dan kelompok mata pelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan. Penilaian akhir untuk menentukan kelulusan peserta didik dari madrasah mempertimbangkan hasil penilaian peserta didik oleh pendidik.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s